Story of Cork part 1

Cork atau sering disebut dengan gabus berasal dari tumbuhan yaitu dari kulit pohon “Cork Oak” yang banyak terdapat di sebelah barat daya Eropa dan barat laut Afrika. Portugal adalah negara terbesar penghasil cork diikuti Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Italia dan Perancis.

Cork dapat dipanen saat pohon sudah berusia minimal 9 tahun – 25-30 tahun tanpa harus menebang pohon dan merusaknya. Para pekerja yang bertugas melakukan panen adalah seorang extractor. Ada dua tahap yang mereka lakukan saat memisahkan cork dari pohonnya. Tahap pertama istilahnya “crown atau necklace” yaitu membuat satu potongan horizontal mengitari pohon setinggi 2-3 kali lingkar pohon. Tahap kedua istilahnya “rulers atau openings” yaitu membuat beberapa potongan vertical yang merupakan pekerjaan tersulit bagi extractor sebab selain harus memiliki kekuatan saat melakukan pemotongan, mereka pun harus dapat melakukannya tanpa merusak phellogen (cork cambium; jaringan sel cork pada batang) yang bisa mengakibatkan kerusakan pada pohon.

Cork adalah material yang ringan, ramah lingkungan, mudah terurai, tidak meracuni alam sekitar dan secara alami tahan api. Dengan alasan tersebut, cork banyak digunakan untuk tutup botol wine, bola badminton, lantai, alas sepatu bahkan beton. Saat ini cork banyak dimanfaatkan oleh industri kreatif guna menghasilkan produk ramah lingkungan yang dapat digunakan sehari-hari seperti dompet, tas, perhiasan dan lain sebagainya.

Proses pembuatan Cork:

Sumber: Wikipedia.org, Cork Portugal, Youtube dan dari berbagai sumber

Tagged , , , , , ,